Throwback Turkey

April 11, 2019


Ini sebenernya udah lama banget materinya, cuma mau nulis kok malas-malas-malas akhirnya ga jadi ditulis. Sampai akhirnya tadi lagi iseng lihat-lihat galeri hp dan ketemu foto-foto liburan di Turki. Jadi kangen. Berhubung belum ada plan untuk berlibur lagi (tapi ingin sih hehe) jadi pengen tulis sedikit tentang pengalaman liburan kemarin disini. 

Liburan ke Turki kemarin bisa dibilang cukup lama. Kami pergi sekitar 2 minggu, dan mendatangi 4 kota. Kebetulan memang kami dapat tiket promo dari Qatar Airways yang dibeli sejak jauh-jauh hari jadi bisa menghemat banyak biaya. Kami beli tiket di bulan Februari/Maret (agak lupa) dan berangkat di akhir September. Kenapa akhir September? tidak ada alasan tertentu sih, cuma karena kami baru menikah di awal September, jadi sekalian aja perginya setelah menikah. Hehehe.

Oke. Karena sudah lumayan lupa dengan detailnya, jadi saya tulis yang masih jelas di ingatan saja ya... sebenarnya agak sayang sih kenapa nggak ditulis dari kemarin-kemarin waktu belum lupa. Tapi ya sudah lah tidak ada gunanya disesali, yang penting sekarang ditulis yang masih bisa diingat. Sekalian upload beberapa foto untuk kenang-kenangan daripada hilang. Oiya rencananya saya mau bikin blogpost satu lagi yang isinya khusus untuk makanan-makanan yang saya makan di Turki (semoga terlaksana. tunggu ya!). Okedeh, mulai dari kota pertama...

__________________

CAPPADOCIA


Kota ini sudah ada di bucket list kota yg ingin dikunjungi sejak saya masih kecil. Kalau tidak salah pertama kali tahu tentang kota ini ketika nonton Discovery Channel / National Geographic. Langsung terpesona pada rumah-rumah di dalam gua dan juga pemandangan alamnya yang tidak biasa (waktu itu imajinasi saya bilang bentuknya seperti jamur). Selain itu saya juga tertarik pada wisata balon udara, karena tidak banyak tempat di dunia yang menyediakan wisata balon udara. Jadi tentu saja ketika suami saya mengajak ke Turki, saya langsung bilang kalau kita wajib mengunjungi Cappadocia.


Pertama kali sampai ke bandara Kayseri (bandara terdekat dari Cappadocia) langsung terpana. Duh indah banget kota ini. Ada di tengah-tengah pegunungan dan pemandangannya itu unik banget karena bukan pemandangan hutan-hutan seperti di Indonesia. Kebetulan kami sampai di Kayseri sekitar pukul 5 sore jadi cahaya matahari warna jingga terang menyelimuti seluruh pemandangan. Padahal sebenarnya pemandangannya cuma batu-batu dan pegunungan yg bisa dibilang tampak gersang. Tapi entah kenapa sepanjang perjalanan dari bandara Kayseri ke Cappadocia tetap bisa membuat terpesona.

Oiya karena jarak dari bandara ke kota cukup jauh, jadi kalau mau ke Cappadocia sebaiknya pesan shuttle bus dari jauh-jauh hari supaya tidak terdampar di bandara. Apalagi kalau sampai sana sudah sore atau hampir malam. Untuk memesan shuttle bus, kita bisa minta tolong ke resepsionis penginapan untuk memesankan. Waktu itu saya booking hotel sekalian saya email dan minta info tentang Cappadocia (mulai dari wisata apa saja yang tersedia, transportasi, makanan, dan juga cuaca).

Selain shuttle bus, ada juga opsi untuk menyewa mobil. Jika mau melakukan ini, bisa langsung mendatangi counter persewaan mobil di bandara. Tenang bandaranya kecil banget, jadi pasti ketemu hehehe. Tapi jangan lupa siapkan SIM internasional ya kalau ingin menyetir di luar negeri (saya kurang tau kalau di Turki butuh atau tidak SIM internasional, jadi siapkan saja untuk jaga-jaga). Satu lagi, para pengemudi di Cappadocia benar-benar jago ngebut. Jadi sebaiknya hati-hati di jalan terutama jika belum terbiasa untuk menyetir di sebelah kiri.









Hari sudah malam ketika kami sampai di Cappadocia dan kami langsung diantar ke depan penginapan oleh shuttle bus. Kami menginap di semi cave hotel dan harganya relatif murah dibandingkan dengan cave hotel lainnya. Karena kami cuma pergi berdua jadi kami merasa tidak perlu menginap di hotel yang mahal, toh lebih banyak jalan-jalannya. Nilai tambahan, mayoritas hotel-hotel di Cappadocia ini sudah menyediakan sarapan untuk tamunya. Jadi kita tidak perlu pusing memikirkan sarapan.

Setelah istirahat sebentar di hotel, kami memutuskan untuk jalan-jalan ke luar dan mencari makan malam. Waduh! lagi-lagi jatuh cinta sama kota ini. Pemandangan malam di kota ini gemas banget. Rasanya seperti berada di dalam negeri dongeng. Lampu kota yang remang-remang, banyak orang makan cafe pinggir jalan, trotoar yang ramah pejalan kaki, cantik pokoknya! Sayang sekali waktu itu kami tidak sempat foto-foto di malam hari karena kami salah kostum dan malah kedinginan di jalan. Hahahaha.




Tentunya bagi saya, belum lengkap liburan di Cappadocia tanpa naik balon udara karena itu salah satu kegiatan yang sudah dicita-citakan sejak lama. Walaupun tarif untuk naik balon udara ini mahal biayanya, tapi saya pikir wah kapan lagi ya punya kesempatan naik balon udara? kalau pun ada kesempatan ke Turki lagi, belum tentu cuacanya bagus. Apalagi nanti kalau sudah punya anak bakal lebih repot. Jadi saya dan suami akhirnya memutuskan oke lah kita naik sekarang! Hahaha.

Kalau kalian memutuskan untuk naik balon udara, sebaiknya booking dari jauh-jauh hari. Waktu itu kami menunda-nunda memesan tiket balon udara karena kami pikir masih bisa lah cari-cari yang lebih murah. Tapi ternyata harganya memang segitu kok, selisihnya tidak terlalu banyak, jadi kalau kalian menemukan yang sudah cocok dan memang lebih murah dari yang lain, cus sikat! Akhirnya kami baru booking sekitar H-1 minggu keberangkatan, dan itu sudah penuh semua! rasanya ingin menangis, takut nggak bisa naik padahal direncanakannya udah dari berbulan-bulan sebelumnya. Plus  resepsionis penginapan kami juga sudah menawarkan untuk memesankan tiket balon udara dari jauh hari tapi sempat kami tolak, dan ketika kami butuh ternyata mereka juga sudah kehabisan tempat. Sampai bingung harus bagaimana supaya bisa naik balon. Setelah email ke hampir 10 penyedia balon udara yang bisa kami temukan secara online (dan mayoritas sold out!) akhirnya ada satu yang masih available, dan itu sudah 2 slot terakhir. Alhamdulillah masih jodoh sama balon.







Oiya satu lagi poin tentang balon yang harus diingat. Bukannya mau bikin takut, tapi walau kalian sudah booking balon dari jauh hari, belum tentu kalian bisa terbang di hari yang dijadwalkan. Wisata balon ini sangat bergantung pada keadaan angin. Jadi bisa saja di pagi hari H tiba-tiba penerbangannya dibatalkan (dan ini cukup sering terjadi, jadi memang harus menyiapkan mental untuk menerima pembatalan). Tapi uang kembali kok kalau batal terbang, tenang. Cuma rasanya sayang saja kalau nggak bisa terbang, padahal cuma sebentar di Cappadocia. Alhamdulillah waktu kami di sana keadaan angin sedang baik jadi kami bisa terbang dengan aman.

Kalau tidak mau naik balon, ada wisata lain kah? Ada banget! di Cappadocia banyak paket tour harian juga. Ada red tour, green tour, dan banyak tour lainnya. Selain itu juga ada wisata naik kuda karena Cappadocia memang terkenal dengan kuda-kudanya yang sehat dan kuat. Selain itu, kalau tidak ingin naik balon, kalian tetap bisa menikmati pemandangan langit pagi yang penuh balon dari bukit di belakang kota (bisa jalan kaki dari kota, lumayan dekat). Tapi pastikan jangan sampai kesiangan ya, nanti balonnya sudah turun semua. Sebaiknya jam 5 pagi sudah jalan ke bukit karena jam 7an balonnya sudah turun. Magical banget rasanya cuma padahal nonton balon saja hahaha.








Selain naik balon, kami juga sempat mengambil paket green tour. Sudah agak lupa apa saja yang dikunjungi, tapi mayoritas adalah museum-museum outdoor yang isinya rumah-rumah & gereja-gereja kuno yang ada di dalam gua. Tour ini juga mengajak kami mendatangi underground city, kota yang dibangun sampai 8 lantai di bawah tanah untuk sembunyi dari serangan musuh pada era Romawi kuno.

Overall, Cappadocia seru banget untuk dikujungi. Tapi menurut saya pribadi sih tidak usah berlama-lama di kota ini karena pemandangan alamnya hampir-hampir sama (gua-gua dan fairy chimney) dan wisata yang mayoritas mendatangi gereja kuno bisa cenderung jadi membosankan jika dilakukan terus menerus. Selain itu makanan di kota ini relatif lebih mahal daripada di kota lainnya (mungkin karena ini kota wisata ya). Kurang lebih 2-3 hari sudah cukup untuk menikmati indahnya kota ini.

__________________

ANTALYA


Dari Cappadocia ke Antalya naik apa? kami memilih untuk naik bus malam. Busnya bagus dan kursinya cukup luas. Ada beberapa pilihan bus yang tersedia. Langsung saja datang ke terminal dan tanya jadwalnya. Selain itu dengan naik bus malam, kami menghemat satu malam untuk tidak menginap di hotel hehehe. Tapi tentu saja bisa pilih naik pesawat kalau mau. Tapi berhubung kami juga ingin merasakan road trip, jadi sekalian saja. Jangan lupa bawa bantal leher karena perjalanannya lumayan lama sekitar 8 jam.

Lanjut ke kota berikutnya, yaitu Antalya. Kalau Cappadocia adalah kota kuno, Antalya adalah kota lama (sepertinya dibangun di era yang lebih modern daripada Cappadocia). Kota ini adalah kota pelabuhan yang sangat cantik dan klasik. Berada di kota ini rasanya seperti lagi ada di setting film little mermaid. Apalagi ketika mendatangi pinggir pelabuhan dan melihat laut yang warnanya biru cerah dari tebing pelabuhan. Kesannya seperti lagi berada di Tokyo Disney Sea. 

Menurut saya kota ini terbagi jadi 2 bagian. Bagian pinggir pelabuhan, dan bagian pusat kota. Kalau di pelabuhan mirip dengan di film-film princess, di area kota rasanya mirip dengan area Kotagede dan Malioboro di Jogja. Bedanya hanya yang berkeliaran adalah bule-bule. Walau di kota ini kami tidak banyak mengunjungi tempat wisata, entah kenapa kami berdua suka dan betah berada di kota ini. Kota yang unik dan menyenangkan. 








Oiya pantai di Antalya juga bagus banget lho! nama pantai yang kita datangi adalah Konyaalti Beach. Berbeda dengan pantai di Indonesia yang pasirnya halus, disini pesisir pantainya dari pecahan bebatuan jadi kalau nggak pakai sepatu lumayan sakit di telapak kaki. Tapi warna lautnya cantik banget, tosca cerah dan super bening. Dengar-dengar sih memang Turki disebut Turkey karena laut (dan batu mulianya) berwarna Turqoise.

Selain itu jalan menuju pantainya juga bersih dan rapih banget. Kita ke pantai naik Tram kota, karena pantainya cukup dekat, hanya beberapa perhentian Tram dari tempat kami menginap. Kemudian di pinggir pantai ternyata ada taman kota yang besar dan kita bisa piknik-piknik disitu. Tamannya sejuk banget, jadi mau ke pantai siang-siang pun kalau malas panas-panasan bisa bersantai di taman yang teduh. Sayang sekali kita nggak tahu sebelumnya, jadi nggak bawa alas duduk yang proper untuk duduk-duduk menikmati taman dan pantai.










Oiya selain ke pantai dan jalan-jalan keliling kota, kami juga sempat mendatangi 2 museum. Ada museum outdoor (Perge Ancient City) yang isinya puing-puing reruntuhan jaman Romawi, dan ada museum indoor (Antalya Museum) yang isinya juga benda-benda peninggalan jaman Romawi seperti keramik, porselen, patung-patung, dan sebagainya. Kalau ke museum yang outdoor jangan lupa bawa topi atau payung karena panas banget dan super luas. Selain kedua tempat ini, sebenarnya masih banyak sekali yang bisa di explore dari Antalya. Tapi sayang sekali waktu kami cuma sebentar, dan kami memilih untuk lebih banyak bersantai saja. 









Oiya, cerita sedikit... waktu naik Tram pulang dari museum, kami bertemu dengan 2 ibu-ibu Turki yang sedang liburan ke Antalya. Kami sempat mengobrol sebentar sebelum mereka turun lebih dulu, dan mereka baik sekali! padahal cuma bertemu dan mengobrol sebentar tapi kami diberi kenang-kenangan berupa magnet kulkas yang ada print lukisannya. Ternyata setelah kami googling, salah satu ibu tersebut adalah pelukis yang cukup ternama di Turki, dan magnet tersebut salah satu karyanya. Yaampun senang banget! Begitulah pengalaman singkat kami di kota Antalya. Kalau suatu hari bisa kembali ke Turki, Antalya adalah salah satu kota yang tentu mau kami datangi lagi. Hahahaha.

__________________

BODRUM


Untuk kota ketiga, kami memilih untuk mengunjungi Bodrum. Lagi-lagi perjalanan naik bus malam untuk menghemat. Hehehe. Kenapa kami memilih kota ini? kota ini mirip-mirip dengan area Santorini yang sangat terkenal di Yunani. Kebetulan memang Bodrum ini berada di Turki bagian yang berbatasan langsung dengan Yunani. Bentuk bangunan, cat yang mayoritas putih biru, mirip banget! Sebenarnya kalau ada kesempatan kami ingin sih sekalian ke Santorini (katanya sih tinggal nyeberang aja dari Bodrum), tapi kami malas mengurus visa schengen kalau cuma sebentar di Santorini. Sayang visanya kalau nggak dipakai keliling eropa sekalian hehehe.










Dari 3 kota yang sudah kami kunjungi, saya menyimpulkan setiap kota punya charm-nya masing-masing. Bodrum ini kota yang honeymoon banget sih. Selain karena mirip Santorini, kami juga ikut day boat trip. Seru banget sewa kapal untuk island hopping. Selain itu biaya naik kapalnya murah cuma 100k/orang! Tapi tentu kami nggak ambil yang sewa kapal private ya, kami ambil yang group jadi ada banyak orang lain yang juga ikutan. Siap-siap saja kalau ada bule-bule yang mabuk sampai jadi berisik selama perjalanan. Hehehe.

Beberapa kali, kapalnya berhenti di tengah laut untuk memberi kesempatan penumpangnya berenang di laut lepas. Sayang banget saya ga bawa baju renang jadi ga bisa ikut nyebur. Padahal airnya bening banget banget banget sungguh menggoda. Kemudian selama naik kapal kami juga melihat banyak pulau-pulau lain, dan ada pulau dari area Yunani yang bisa terlihat dari Bodrum. Ada lagi yang buat saya bahagia naik kapal ini, karena makan siangnya pasta & chicken nugget enak, bukan kebab! Di hari-hari ini kami mulai bosan sama kebab karena makan kebab terus.







Selain naik kapal, kegiatan kami lainnya di kota ini sebenarnya cuma jalan-jalan saja. Kami pergi ke pasar, melihat-lihat factory outlet, dan jajan-jajan makanan. Senang deh melihat pasar dan tumpukan sayuran dan buah-buahan yang super rapih seperti di pinterest. Lalu kami juga melihat-lihat pusat perbelanjaan dan oleh-oleh di kota ini. Niatnya sih ingin beli pernak pernik untuk oleh-oleh dan untuk diri sendiri, tapi apa daya karena memang sepertinya kami berdua tidak berbakat berbelanja pernak pernik akhirnya kami cuma berakhir melihat-lihat saja tanpa beli.










Memang Bodrum ini kota yang pemandangannya sangat menyenangkan. Selain itu di kota ini hotelnya lucu-lucu dan murah-murah! Serius, hotel tempat kami menginap itu hotel kecil tapi lucu sekali. Kamarnya juga luas dan bagus (nggak seperti di kota-kota sebelumnya) padahal harganya lebih miring daripada di kota-kota lain. Jadi untuk yg ingin menikmati sedikit vibe Santorini di Turki, bisa lho datang ke Bodrum. Hehehehe.

__________________

ISTANBUL


Istanbul adalah kota terakhir yang kami datangi karena kota ini punya banyak wisata kota yang terkenal. Selain itu kami juga memutuskan untuk ke Istanbul terakhir karena kami pulang lewat bandara Attaturk di Istanbul, jadi sekalian saja.

Naik apa ke Istanbul? tentu saja bus malam lagi. Tapi kali ini perjalanannya cukup jauh dan panjang sekitar 12 jam. Saya sarankan kalau mau naik bus malam dan perjalanannya cukup panjang, pagi-sorenya jangan makan yang aneh-aneh. Karena benar saja, kejadian! Saya tipe orang yang jarang sekali minum soda. Entah hari itu rasanya panas dan sepertinya asik minum soda sambil duduk-duduk di bangku pinggir laut. Saya membeli soda dan meminum habis sebotol soda. Malamnya, ketika naik bus, perut saya memberontak parah. Dan karena tidak ada toilet di bus, saya harus menahan sampai bus berhenti di rest area. Sepanjang perjalanan keringat dingin dan perut saya sakit sekali. 

Sampai di rest area saya langsung lari ke toilet, padahal bus cuma berhenti 10 menit saja. Rasanya perut sudah tidak karuan, suami saya menunggu di depan toilet memastikan kami tidak ketinggalan bus. Sampai akhirnya dia memburu-buru saya karena bus sudah mulai berjalan. Saya panik dan segera keluar dari toilet walaupun rasanya belum tuntas. Kami pun harus barlari-lari mengejar bus karena busnya benar-benar sudah mulai jalan. Waduh, nggak kebayang sih kalau kami ketinggalan bus, padahal koper kami ada di dalam bus itu. Bersyukur sekali masih terkejar. Terimakasih Mas Mat (siapa tau dia baca) sudah menjadi suami yang baik dan sabar di saat kritis seperti itu. 









Lanjut ke cerita tentang Istanbul, kota ini punya pesona yang berbeda dengan kota-kota sebelumnya. Mungkin karena di kota ini kami akhirnya melihat ada kemacatan (langsung ingat Jakarta). Kota ini kota yang cukup besar dan populasinya juga banyak, jadi memang ramai sekali. Wisatanya juga banyak, tapi memang mayoritas wisata kota, museum-museum, dan pusat perbelanjaan. 

Kami mendatangi beberapa museum seperti Topkapi Palace & Hagia Sophia. Tiket masuknya cukup mahal, tapi ada paket museum pass kalau memang ingin mendatangi banyak museum selama berada di Istanbul. Di seberang Hagia Sophia ada juga Blue Mosque yang sangat terkenal. Siapa pun boleh masuk secara gratis. Tapi untuk perempuan yang tidak berhijab, harus memakai scarf sebagai penutup kepala (jadi siap-siap bawa ya). Selain itu, masih di area yang sama ada tempat yang ingin kami kunjungi tapi tidak sempat, namanya Basilica Cistern. Isinya apa? kami juga kurang tahu, tapi kami ingin masuk karena tampak menarik. Hahaha.










Untuk oleh-oleh, kami memilih untuk beli di Istanbul supaya bawaan kami tidak berat di hari-hari pertama. Tapi jujur, lumayan kecewa karena ada beberapa hal yang tidak ada di Istanbul. Sayang sekali, padahal kami pikir di Istanbul akan lengkap semua oleh-oleh khas Turkinya. Pelajaran untuk kami, besok lagi kalau ingin beli di kota yang sedang didatangi langsung beli saja, karena belum tentu ada lagi di lokasi berikutnya.




Untuk pusat perbelanjaan oleh-oleh yang terkenal di Istanbul ada di Grand Bazaar. Tapi kami tidak mendatangi tempat ini karena sudah membaca beberapa artikel yang menyebutkan oleh-oleh di area ini cenderung overpriced. Karena itu akhirnya kami memutuskan mendatangi Spice Bazaar yang harganya lebih miring. Saya senang karena kami bisa mendapatkan karpet Turki dengan harga yang sangat miring di pasar ini. Ingin beli beberapa karpet tapi sayang sekali kami bingung bagaimana cara membawa pulang karena koper kami sudah penuh.



Walaupun Istanbul kota yang cantik, tapi menurut kami berdua kota ini kurang meninggalkan kesan yang wah. Mungkin karena sebelumnya kami sudah jatuh cinta dengan kota-kota lainnya. Jadi Istanbul tampak cukup biasa saja bagi kami. Meski begitu, kami menemukan banyak hal baru tentang Turki di Istanbul, jadi kami tetap bersyukur sudah datang ke kota ini.

_______

Kesimpulannya, menulis post ini membuat saya jadi teringat banyak detail tentang Turki, tapi kalau mau ditulis semua sepertinya terlalu panjang. Kalau ada yang penasaran tentang sesuatu boleh banget komen di bawah. Siapa tau saya punya jawabannya. Hehehe.

Turki ini negara yang cantik banget dan tiap kota benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda! Kalau disuruh pilih kota favorit, mungkin antara Antalya atau Bodrum. Karena di 2 kota itu living costnya cukup rendah, kotanya ramah, dan unik. Benar-benar baru untuk kami berdua. That's all for now. See you di post berikutnya!

You Might Also Like

0 comments

Subscribe