menjawab pertanyaan dari tita di masa lalu

June 16, 2015

Hari saya tidak sengaja menemukan diary saya waktu SD - SMP. Sangat menyenangkan membaca diary lama. Banyak cerita lucu dan alay yang saya temukan di lebar kehidupan saya di masa lalu. Tapi yang paling membuat terharu adalah ketika saya menemukan amplop dalam diary saya yang bertuliskan "untuk Tita yang berumur 20 tahun."

Ternyata saya pernah membuat surat untuk diri saya di masa depan, dan kebetulan sekali saya menemukannya kembali di umur 20 ini. Padahal saya sudah lupa kalau saya pernah menulis surat itu. Ajaib memang. Surat itu disegel dengan rapi tapi bagian pinggir ampopnya sudah lapuk oleh waktu. Saya pun membuka amplop itu dengan hati-hati. Di dalamnya ada list pertanyaan dari Tita di masa lalu. Sekalian saya mau menjawab pertanyaan saya, mari kita mulai 

"Halo tita yang sekarang berumur 20 tahun. Kamu sudah tua ya sekarang?"

Hmm sebenernya ya nggak tua-tua amat sih rasanya.. sama aja kok kayak jaman aku adalah kamu. Menua itu nggak kerasa, bentuknya aja yang berubah, jiwanya enggak.

"Apa sekarang kamu jadi perempuan yang baik?"

Waduh Ta, berat amat pertanyaanmu. Tapi aku pengen bilang iya, sepertinya aku tumbuh menjadi perempuan yang cukup baik. Emang nggak sempurna sih, tapi nggak buruk juga. Alhamdulillah..

"Apa kamu sekarang punya masalah?"

Ha ha ha! Tita yang lama polos sekali.. tentu saja aku punya dan sudah terlibat dalam banyak masalah.. Tapi insyaallah semuanya ringan dan bisa diselesaikan kok, doakan ya :")))

"Apa kamu seneng sama hidupmu yang sekarang?"

Alhamdulillah selama ini aku senang-senang aja. Cuma belum lama ini baru dapat suatu kabar yang membuat aku kurang bersyukur. Semoga segera kembali ke jalan yang benar ya...

"Pernahkah kamu mensyukuri hidupmu yang sekarang?"

Aku selalu bersyukur sama apa yang aku punya sekarang. Sepertinya banyak banget keberuntungan yang datang ke aku. Mungkin emang aku nggak selalu setiap saat bersyukur, tapi aku banyak bersyukur kok.

"Apa kamu masih cengeng?"

Huaa Tita, no one seems to understand me better than you(me). Sedihnya masih. Walaupun nggak separah waktu pertanyaan ini kamu tulis. Yang jelas sih hidupmu akan membaik secepatnya. Jangan sedih lagi Tita, di masa sekarang kamu nggak perlu lagi nangis tiap hari. Semuanya membaik kok, sangat!

"Apa kamu udah suka sama seseorang yang spesial?"

Sejak kamu mengeluarkan pertanyaan itu, aku udah suka sama banyak orang malah. Tapi iya saat ini ada 1 orang yg cukup outstanding dibandingkan lainnya. Hahahaha yang baca jangan ge er ya.

"Kalau iya, apa dia juga suka sama kamu?"

Aku sih nggak mau ge er ya, tapi kayaknya sih iya. Tapi ya gatau sebenernya gimana.. coba dong kamu tanyain hahaha.

"Pernah nggak ngerasain patah hati?"

Heh anak kecil pikirannya kok cinta-cintaan sih hahaha. Walaupun pertanyaan ini bisa aja aku jawab "pernah, patah hati karena dapet nilai jelek" tapi aku yakin ini konteksnya patah hari yang terkenal sangat menyakitkan itu. Iya, pernah.

"Kalau pernah berarti punya mantan dong? mantannya ada berapa?"

Prediksimu meleset! HAHAHA! patah hati tidak selalu berbanding lurus dengan punya mantan kok. Sejauh ini aku sudah merasakan patah hati tanpa punya satu mantan pun.

"Apa akhirnya kamu berhasil punya pacar?"

Pertanyaan yang cheesy banget, but yes i did it.

"Kalau punya apakah dia baik? apa dia tau kamu cengeng? semoga kamu udah nggak cengeng. Kasihan dia."

Hahaha tau aja sih Tita bisa aja deh. Giliran tanyak kayak ginian langsung banyak pertanyaannya. Iya dia baik kok, jangan khawatir. Dia tau aku cengeng dan aku masih cengeng. Tapi dia tetep baik kok, no problem! that's one thing to be grateful for :)

"Kamu masih inget nggak sama aku yang sekarang? tebak aku lagi dimana"

Dear Tita di masa lalu, maafkan tita dari masa depan ini, tapi aku tidak ingat huhuhuhu :'(( aku bahkan nggak ingat pernah menulis surat yang isinya pertanyaan kayak gini. Tapi tebak-tebakan aja, kamu mungkin lagi tiduran di kasur sambil nulis surat ini di kamar rumah D-11 PSA.

"Tita kamu harus selalu bersyukur sama hidupmu yang sekarang, jangan kayak aku. Aku belum bisa bersyukur. Karena aku belum bersyukur, aku nulis surat ini buat kamu. Waktu surat ini kamu buka, semoga hidupmu sudah lebih bahagia dari masa ini. Semoga kamu sudah punya banyak teman dan kamu sudah nggak sering sedih. Aku sekarang mau berusaha supaya kamu bisa buka surat ini dalam keadaan yang jauh lebih baik. Kalau kamu masih sedih, ingat kamu harus bikin kamu yang lebih tua lagi bahagia. Banyak-banyak senyum ya Ta, jangan sedih terus. Kalau kamu masih sedih berarti usahaku belum berhasil. Dan kalau kamu bahagia, tolong jangan berhenti berusaha ya, kamu nggak akan mau balik lagi kayak dulu. Jangan pernah balik."

_____________________________________________________

Itulah paragraf penutup di surat itu. Saya bacanya sampai nangis. Oke saya masih cengeng. Tapi nggak papa kok Ta, apa yang kamu upayakan sudah berhasil. Terimakasih sudah berusaha berubah untuk aku di masa sekarang. Terimakasi juga sudah mengingatkanku untuk tidak berhenti berusaha demi Tita di masa yang akan datang.

Aku sangat bersukur menemukan surat ini.

Kesannya narsis, tapi surat ini sangat berarti buat aku. Memang benar kata pepatah bule,
"No one understand you better than yourself."

You Might Also Like

5 comments

  1. Replies
    1. maap kak, saya yang dulu bukanlah saya yang sekarang

      Delete
  2. ta, I've just read this, and you're ao genius :))
    seandainya aku bisa aku bakal nulis, "ainun...apa kamu masih heboh dan cheerfull?" wkwkwk

    ReplyDelete

Subscribe