diary yang hilang

June 10, 2015

Pada suatu hari ada seorang anak perempuan yang menangis di kamarnya. Angin yang sedang berhembus pun berhenti ketika melihat anak itu menangis. Sang angin kemudian datang mendekatinya berharap bisa menghiburnya.

"Hai anak perempuan, kenapa kamu menangis?"
Anak itu pun melihat angin dan menjawab "Diary kesayanganku hilang.."
"Apa kamu sudah mencoba mencarinya?"
"Sudah, aku sudah mencarinya selama beberapa hari terakhir.. aku bahkan menunggunya untuk muncul kembali, tapi aku tetap tidak menemukannya."
Angin pun berusaha menghiburnya "Sudah jangan menangis.. nanti pasti ketemu.."
"Tapi kalau dia hilang, apa yang harus kulakukan? Kemana aku harus bercerita? Kemana aku harus percaya?"
Angin pun merasa iba dan berusaha menghibur anak itu "Tenang.. Kamu kan bisa beli diary baru.."
Anak itu pun menjawab "Dalam diaryku yang lama aku sudah menulis banyak cerita, banyak janji pada diriku sendiri, banyak rencana. Semua itu akan hilang jika aku memulai diary baru tanpa menemukan yang lama."
Angin pun hanya bisa mendoakan semoga diary anak itu cepat kembali.

______________________________________

Evaluasi, anak itu terus mengeluh diarynya hilang. Saya yakin dia sendiri yang menghilangkan diary tersebut dan tidak bisa menemukannya kembali. Kesalahan kembali pada dia lagi. Dia lah penyebab rasa sedihnya sendiri. Terima kasih angin sudah mencoba menghibur, setidaknya anak itu punya teman.

You Might Also Like

0 comments

Subscribe