terdiam sebentar

May 20, 2013

Aku tidak bisa bergerak. Gelap. Ada sedikit cahaya masuk, namun gelap. Aku melihat seseorang yang aku kenal bercakap-cakap. Tidak, ternyata aku tidak mengenalnya. Dia tinggi dan bertanduk. Temanku tidak seperti itu. 

Makhluk itu mendatangiku, menunduk, dan mengendus rambutku. Apa yang dia lakukan? 

Kemudian dia kembali berdiri dan meraung. Suara raungannya terdengar seperti genderang. Benar, genderang tanda perang. Kemudian makhluk itu pergi. Aku ditinggalkan sendiri bersama sebungkus tali. Tali? Iya, tali. Tali yang terbuat dari rotan sepanjang siapapun bisa memandang. Ada pesan tertulis di ujungnya. "untukmu, mungkin bisa berguna nantinya"

Aku menggenggam tali itu berharap bisa mengikat sebuah harapan. Harapan sederhana yang sudah hampir melayang. Bisakah tali itu membantuku, membuat jembatan diantara aku dan harapanku. Menyatukan semua impian yang sebentar lagi terbang? Semoga dia bisa.

Ada suara memanggilku samar-samar. "Titaa" panggilnya. Tunggu... ada suara lain juga dibelakangnya. Suara-suara itu memanggil nama tuhan. Entah kenapa suara-suara ini berdansa di otakku, di pikiranku, di mataku. Oh... rupanya ini sudah pagi.


*menjawab tantanganya buteto, ampun kak saya tidak sekeren anda*

You Might Also Like

0 comments

Subscribe